Kamis, 24 April 2014

Media Komunikasi

Pengertian Media Komunikasi
Peralatan atau media komunikasi pada saat ini sangat bermacam-macam. Oleh karena itu, ketika seseorang akan menggunakan media komunikasi, harus dapat memilih media komunikasi yang paling tepat digunakan, yang sesuai dengan situasi.
Setiap media komunikasi tentu mempunyai fungsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, untuk mengefektifkan komunikasi, seorang komunikator atau komunikan harus mampu memilih media komunikasi yang tepat. Sebelum menentukan peralatan komunikasi yang sesuai, seorang komunikator harus mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan media komunikasi.
Fungsi media adalah tugas atau kegiatan yang mempunyai peranan khusus dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan. Jadi, setiap peranannnya yang berbeda, bersifat saling menunjang agar tujuan komunikasi dapat tercapai dengan baik. Adapun yang dimaksud dengan media adalah alat atau sarana sebagai perantara berikut tata cara mempergunakan media tersebut.
Jadi, media komunikasi adalah media yang dipakai dalam proses komunikasi untuk mencapai suatu tujuan. Media komunikasi sangat memengaruhi efektivitas suatu komunikasi dan penggunaannya sangat erat dengan keadaan si penerima berita. Oleh karena itu, dengan adanya media komunikasi, diharapkan komunikasi dapat menjadi lebih efektif.
Pemilihan media komunikasi memerlukan suatu kecakapan dari komunikator itu sendiri. Media komunikasi dapat berwujud media tertulis, media lisan, manual, elektrik, dan sebagainya. Dari uraian singkat di atas, maka media komunikasi di dalam proses penyampaian berita/warta/informasi berfungsi sebagai alat mengefektifkan proses penyampaian pesan tersebut.
Media komunikasi di dalam prosesnya mempunyai beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut:
1.        Mempermudah penyampaian pesan/berita/warta/informasi
2.        Sebagai alat untuk mebangkitkan motivasi
3.        Mengefektifkan proses penyampaian pesan/berita/warta/informasi
4.        Sebagai alat untuk membangkitkan daya tarik pesan/berita/warta/informasi
5.        Mempermudah penyampaian informasi/berita/pesan dari komunikator
6.        Mempersingkat waktu dalam penyampaian pesan/berita/warta/informasi
7.        Mengkonkretkan isi berita yang sifatnya abstrak
8.        Memperjelas isi informasi yang disampaikan komunikator


Menulis Berita yang Baik
Adapun syarat menulis berita yang baik ialah :
1.      Tepat
Berita harus tepat , artinya pilihan kata-kata dalam menyusun kalimat harus benar dan tepat.
2.      Ringkas
Berita harus ringkas,artinya dalam menyusun kalimat harus menggunakan kalimat yang ringkas, tidak berbelit belit, dan hindari kata yang tidak perlu. Jangan menggunakan kalimat majemuk sebab banyak membuang kata.
3.      Jelas
Berita harus jelas, artinya penyusun kalimat berita, kata demi kata harus di rangkai secara tepat dan mengandung arti yang jelas. Janganlah menggunakan kata yang asing atau daerah yang tidak di mengerti dan membingungkan masyarakat luas.agar berita mudah di mengerti, penulis harus menggunakan unsur 5 W 1 H. jika perlu, berita itu di lengkapi dengan gambar  atau foto prestiwa.
4.      Sederhana
Berita harus sederhana, artinya susunan kata dan rangkaian kalimat di buat sesederhana mungkin dan harus sesuai standar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa yang baik adalah bahasa yang kata-katanya cukup etis dan masuk akal, sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang kata-katanya sesuai dengan standar bahasa Indonesia yang di lakukan.
5.      Dapat dipercaya
Berita harus dapat dipercaya, artinya semua kalimat untuk berita harus mempunyai arti dan makna yang benar dan masuk akal.

Jenis Media Komunikasi
Dalam kehidupan masyarakat, media masa dapat memberikan informasi atau berita yang jelas dan akurat. Istilah media mengandung makna untuk semua organisasi, baik swasta atau pemerintah yang bertugas member informasi kepada publik. Mereka menggunakan  alat, seperti Koran,radio,telivesi, seni,dan pertunjukan.
Penyampaian berita dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu media komunikasi modern dan komunikasi tradisonal.
1.      Media konunikasi tradisonal
Media komuniksi tradisonal alat komunikasi yang memakai teknologi sederhana dan sampai sekarang masih di pertahankan. Media ini telah lama digunakan untuk masyarakat di desa. Isi media tradisonal berupa lisan, gerak isarat, dan bunyi-bunyian. Contoh media tradisonal adalah :
a.       Media lisan berupa dongeng, lodruk, ketoprak, dan wayang.
b.      Media bunyi berupa tantangan, bedug, peluit, siulan, terompet, dan gong.
c.       Media gerak atau isarat,misalnya mengirim sirih tanda mengenang dan api unggun tanda pertolungan.
Pada masa dahulu orang menyampaikan berita masih secara manual yaitu dari mulut kemulut atau dari orang satu ke orang lain dan ada yang menggunakan ide tertentu yang berasal dari bunyi.media komunikasi tradisonal samapi sekarang masih digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia hanya saja saat ini sebagian telah mengalami transfarmasi.
2.      Media komunikasi modern
Media komunikasi modern, yaitu medi komunikai yang telah menggunakan perangkat teknologi modern, seperti radio, televesi, telepon, handphone, televise kabel televisi interaktif, vedio, Koran, majalah, buku, pertunujukan opera, teater, sinetron, internet, dan film.
Seiring dengab perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi, penyampai berita dengan menggunakan alat komunikasi juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Masyarakat sekarang dalam mendapatkan berita dapat melalui surat kabar, tv,radio, telepon, telegraf, faximile internet. dan media yang lain. Dengan media tersebut masyarakat dapat dengan mudah dan cepat dalam mendapatka informasi atau berita dari  daerah satu ke daerah lain dan dari Negara satu kenegara lain dengan memanfaatkan jasa satelit. Perkembangan alat komonikasi yang di tunjang oleh ilmu pengetauan dan teknologi akan maju dan berkembang pesat seperti sekarng ini.
Meskipun telah ada media komunikaso modern, media komunikasi tradisional masih banyak disukai dan dipelihara oleh masyarakat. Tradisi masyarakat Indonesia bukan membaca tetapi melihat dan mendengar. Media tradisional terutama seni tradisional bercirikan media yang dapat dilihat dan didengar sehingga mampu bertahan. Media modern seperti televisi akan banyak digemari oleh masyarakat Karena media ini sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
      Dalam GBHN 1999-2004 dinyatakan bahwa pemanfaatan peran komunikasi melalui media massa modern dan tradisional ditingkatkn untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkukuh persatuan dan kesatuan, membentuk kepribadian bangsa, serta menggupayakan keamanan hak pengguna sarana dan prasarana informasi dan komunikasi.

3.      Pers Nasional
Menurut UU No. 40 Tahun 1999 pasal 1 ayat 1 tentng pers dinyatakan bahwa pers adalah lembaga social dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala saluran yang tersedia. Kebebasan jurnalistik adalah kebebasan untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi. Pers nasional merupakan bagian dari system komunikasi Indonesia serta telah menjadi salah satu media komunikasi.
      Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. Berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan control sosial. Pers juga berkewajiban memberitahukan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta praduga tak bersalah.
Berdasarkan UU No. 40 Tahun 19999 Pasal 6 tentang Pers dijelaskan bahwa peranan pers nasional, antara lain :
a.       Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui,
b.      Menegakan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia serta kebhinnekaan.
c.       Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
d.      Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
e.       Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Peran serta masyarakat dalam pers adalah melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan menjamin hak memperoleh informasi yang diperlukan. Kegiatan tersebut dapat berupa memantau dan melaporkan pelanggaran hukum dan etika. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pers nasional.

DAFTAR PUSTAKA


Prof. Dr. Sri Jutmini, M.Pd, Winarno, S.Pd, M.Si,”Pendidikan Kewarganegaraan” PT Tiga Serangkai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar